Showing posts with label keluarga. Show all posts
Showing posts with label keluarga. Show all posts

Wednesday, December 10, 2008

Kabar dari Semarang (Kabar Bahagia - Dua)

Alhamdulillah..hari ini Allah memberi limpahan karuniaNya pada ku. Setelah pagi tadi aku mendengar kabar Bapak Ibu dari Tanah Suci, kali ini aku mendengar kabar membahagiakan dari Humaira-ku, istri tercinta-ku.
Siang ini Dia sms mengabarkan bahwa Dia telah memeriksakan kandungannya dan dari hasil periksa tersebut dinyatakan kondisi detak jantung janin normal. Alhamdulillah..Hati-ku sangat lega mengetahui kabar ini.

Saat ini kami memang tengah menunggu kehadiran buah hati kami yang kedua. Usia kehamilan Istri-ku telah mencapai usia 6 bulan. Davin, sulung kami, sudah tak sabar ingin segera menggendong adik-nya. Dia tampak bersemangat ketika sekitar 3 bulan yang lalu kami mengatakan bahwa di perut Bunda-nya ada adik. Sejak saat itu Kakak selalu bertanya kapan adik lahir?
Sebelum mengetahui kabar terakhir ini, kami sedikit khawatir dengan kondisi janin di perut istriku. Sudah hampir 2 minggu, sang janin belum kedut lagi. Padahal di usia segitu mestinya sudah semakin sering terasa kedutan-nya. Kekhawatiran kami bertambah manakala melihat kondisi perut istri-ku yang tidak terlalu dibandingkan teman - temannya yang juga hamil dengan usia kehamilan yang sama. Selain itu sekitar sebulan yang lalu Bunda Davin jatuh dari motor dengan posisi nyungsep alias perut dibawah. Makin bertambah lagi kekhawatiran itu.
Namun saat ini perasaan-ku lega. Kekhawatiran itu tampaknya tak perlu. Insya Allah janin di perut istriku sehat. Aku selalu berdoa memohon kesehatan dan keselamatan bagi semua, janin di perut istriku, istriku, Davin dan semuanya. AMIN..Aku juga mohon doa dari teman - teman yang kebetulan mampir ke blog ini.

Kabar dari Tanah Suci(Kabar Bahagia - Satu)

Pagi ini aku dikejutkan suara bayi dari Hp-ku.(ya..aku memang pakai ringtone suara bayi yang sedang nangis). Seketika aku lihat layar hp itu "unknown".
"Assalamualaikum..." sapaku
"Waalaikumsalam.."terdengar suara lembut bergetar yang tidak asing lagi bagiku...ya suara ibuku.

Ibu dan Bapak saat ini memang sedang berada di Mekah memenuhi panggilan Allah untuk menunaikan ibadah haji.
"Alhamdulillah.."spontan aku mengucap syukur. Terakhir aku mendengar suara ibu pada hari Jumat sebelum beliau berangkat ke Arofah untuk melakukan wukuf. Ternyata setelah itu beliau mematikan HP agar bisa beribadah dengan tenang di Arofah.
Selanjutnya meluncurlah cerita tentang kabar Ibu dan Bapak mengenai keadaan disana. Bahwa saat ini beliau sedang berada di Mina dan telah melempar jumroh. Nada bahagia terdengar dari suara di seberang sana. Tanpa terasa air mata-ku telah terkumpul di kelopak mata siap mengalir seiring kalimat - kalimat lembut Ibu-ku.
Sambil mendengar cerita Ibu-ku, tak henti - hentinya hatiku mengucapkan syukur ke hadirat Allah. Subhanallah...Alhamdulillah...
Hampir tak terbayangkan oleh Bapak dan terutama Ibu bisa menunaikan ibadah haji. Ini mengingat Bapak sebagai pensiunan guru PNS di sebuah sekolah kejuruan. Benar - benar merupakan anugrah dan rahmat Allah yang sangat besar bagi beliau berdua.
Ya Allah...Aku mohon kesehatan dan keselamatan bagi beliau berdua agar bisa menyelesaikan semua rangkaian ibadah haji ini dengan lancar serta dapat berkumpul kembali bersama kami. Semoga beliau berdua menjadi Haji Mabrur. AMIN..